Rekomendasi Restoran Tradisional dengan Jaminan Kenyamanan 100 Persen

Posted on

Rekomendasi Restoran Tradisional dengan Jaminan Kenyamanan 100 Persen

Di Ibu Kota Indonesia terdapat restoran tradisional yang mengutamakan kenyamanan pengunjungnya. Resto yang bernama Rantang ibu ini merupakan restoran yang unik. Dimana mengusung tema tradisional dan modern secara bersamaan. Restoran ini di support oleh genset perkins untuk instalasi listriknya. Genset perkins yang digunakan berfungsi sebagai backup listrik cadangan bila listrik dari PLN terjadi pemadaman

Sekilas mengenai Restoran Rantang Ibu

Rantang Ibu berangkat dari flosof masakan ibu, dimana sebagian besar ibu mencurahkan tenaga, pikiran, dan kasih sayangnya dalam menyajikan makanan untuk dinikmati keluarganya. Ingin kembali mengingatkan kesan tersebut, resto ini hadir dengan sajian masakan Nusantara yang dulu kerap disajikan dan dinikmati bersama keluarga. “Masakan terenak pasti milik ibu. Kenangan ini yang coba kami bangkitkan dengan mengambil nama Rantang Ibu. Kami menghadirkan masakan rumahan yang mungkin sudah jarang ditemui di rumah,” jelas Tigris Bela Kasih, Corporate Public Relations, PT Saligading Bersama. Kehadiran Rantang Ibu untuk memenuhi kebutuhan pekerja dan penghuni apartemen yang ada di superblok Nifarro Park. “Kami memanfaatkan gedung milik sendiri ini untuk mengembangkan Rantang Ibu.

Selain itu, kebutuhan restoran modern dan nyaman di kawasan sini belum ada. Jadi cukup optimis, resto ini akan banyak diminati,” kata Bela mantap. Konsep Indonesian Luxury dihadirkan pada tatanan interior. Memadukan unsur modern dengan tradisional. Dimana unsur modern melalui layout gedung perkantoran yang mewah, pilihan kursi, meja makan, dan sofa, berpadu dengan tema tradisional pada penutup lantai tegel kunci. Tegel jadul yang kerap digunakan hanya pada rumah-rumah bangsawan atau kerajaan di masa lalu. Lantai tegel berwarna kuning dengan motif yang khas, menjadi point of view di dalam resto. Unsur modern juga hadir di area lobi, area terdepan dengan keberadaan foyer dan resepsionis. Tidak puas memasukkan lantai tegel sebagai unsur tradisional, Rantang Ibu meletakkan beberapa partisi bermotif batik parang. Partisi ini menjadi penghalang semi transparan di area depan dan menjadi aksen interior.

 

“Kami ingin menciptakan atmosfer ruang yang modern, luxurious, tapi tidak mengesampingkan tradisionalnya, karena Rantang Ibu hanya menyediakan masakan Nusantara,” ujar Bela. Rantang Ibu memiliki luas 474 meter persegi dengan kapasitas 80 tempat duduk yang bisa dipadatkan hinga 100. Terdapat dua ruang VIP dengan kapasitas 15 dan 20 tempat duduk. “Ruang VIP ditujukan untuk rapat atau makan bersama dengan jumlah yang terbatas,” kata Bela. Untuk melakukan pemesanan dalam jumlah tertentu cukup dilakukan 1-2 hari sebelumnya. Namun untuk memesan penuh satu tempat untuk acara tertentu sebaiknya dilakukan tiga hari sebelumnya. Menu yang disajikan berupa masakan khas Nusantara yang diambil dari beberapa daerah seperti masakan khas suku Jawa, Sunda, dan Manado. Ada juga menu fusion yang memadukan bahan impor atau khas Barat dengan bumbu tradisional seperti Pindang Salmon. Pada bulan Ramadan di Mei hinga Juni 2018 (1439 H), terdapat menu khas yang bisa dinikmati seperti Nasi Tutug Oncom, Bubur Jenang, Nasi Bronkos, dan Es Pallubutung. “Kekhasan Rantang Ibu menghadirkan makanan Nusantara otentik dan fusion. Memadukan bahan utama dari Barat dengan memberi bumbu otentik Nusantara,” ujar Muhammad Yusup, Head Chef Rantang Ibu.

 

Khusus Ramadan, Rantang Ibu menyediakan paket promo bu?et Rp105 ribu per orang, promo Bancakan Rp200 ribu per 4 orang dan Kembulan Rp750 ribu bisa untuk 20 orang. Ada juga menu RI 65 dengan harga Rp65 ribu. Bisa juga menikmati makanan dan minuman lainnya mulai harga Rp25 ribu – Rp50 ribu untuk minuman, dan Rp100 ribu – Rp250 ribu untuk makanan. Jam operasional Rantang Ibu mulai pukul 9 pagi hinga 8 malam.