momen emas sangat berharga guna buah hati Anda

Posted on


Gizidat – Masa kanak-kanak adalah momen emas sangat berharga guna buah hati Anda, sebab pemenuhan keperluan gizi anak pada masa itu akan memprovokasi tumbuh kembangnya. Sebagai orang tua canggih berwawasan luas, kita tentu hendak mendukung masa tumbuh kembang anak semaksimal mungkin. Agar buah hati kita berkembang menjadi individu yang sehat, cerdas, dan aktif. Ulasan menyeluruh seputar keperluan gizi anak sebagai berikut pasti akan meningkatkan pengetahuan Anda, sehingga keperluan gizi harian anak dapat dipenuhi secara efektif masing-masing hari.

Pentingnya Pemenuhan Gizi guna Tumbuh Kembang Anak
Sejak lahir, anak-anak memerlukan asupan gizi maksimal untuk menyokong tumbuh kembangnya secara keseluruhan. Pada masa mula kehidupan, keperluan gizi anak dapat dipenuhi melewati konsumsi ASI atau susu rumus (sufor). Seiring dengan meningkatnya usia, keperluan gizi anak pasti semakin tidak sedikit dan beragam. Anak-anak dapat mendapat asupan gizi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi masing-masing hari.

Itulah sebabnya buah hati Anda me sti mengkonsumsi pelbagai bahan makanan yang kaya gizi untuk menyokong tumbuh kembangnya. Anak-anak yang mendapat asupan gizi dalam jumlah lumayan akan terhindar dari risiko stunting, daya tahan tubuh lemah, dan sekian banyak gangguan kesehatan lainnya. Di samping itu, asupan gizi harian dalam porsi seimbang pun membuat anak-anak semakin berenergi dan proaktif saat beraktivitas sepanjang hari.

Mengenal Tahap-Tahap Pertumbuhan Anak
Tahap perkembangan anak dapat dikelompokkan menjadi sejumlah fase, yaitu:

Masa Bayi (Usia 0-11 bulan)
Masa tumbuh kembang bayi dipecah lagi menjadi dua tahap, yaitu:

● Masa Neonatal (0-28 hari)
Masa neonatal dilangsungkan pada hari kesatu sampai ke-28 semenjak bayi dilahirkan. Pada masa perkembangan ini, organ-organ tubuh bayi mulai beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Sirkulasi darah dalam tubuh bayi pun mengalami perubahan dikomparasikan dengan sirkulasi udara ketika masih di dalam kandungan.

● Masa Post Neonatal (29 hari-11 bulan)
Setelah masa neonatal, tumbuh kembang bayi dilanjutkan dengan masa post neonatal sampai usia sebelas bulan. Pada tahapan perkembangan ini, seluruh faedah organ bayi akan merasakan pertumbuhan pesat. Terutama pada unsur sistem saraf. Inilah yang menciptakan bayi mulai memerlukan asupan gizi ekstra dari Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) setelah menjangkau usia enam bulan.

Masa Toddler (Usia 1-3 tahun)
Tumbuh kembang benak anak dilangsungkan sangat cepat sekitar masa toddler berlangsung. Banyak sel benak baru bakal terbentuk dan menyusun jaringan saraf yang kompleks. Tumbuh kembang benak tentu bakal mempengaruhi kepintaran anak secara keseluruhan. Di samping itu , pertumbuhan motorik kasar, motorik halus, dan faedah ekskresi (sistem pengasingan tubuh) anak pun akan merasakan kemajuan.

Di masa toddler, anak-anak bakal tergerak guna mempelajari tidak sedikit hal baru. Tidak melulu semakin fasih berjalan dan berbicara, anak-anak umur toddler pasti pun tertarik dengan sekian banyak benda di sekitarnya. Pada masa ini, anak-anak pun sudah pandai meniru orang lain, mulai bersosialisasi, dan dapat mengembangkan kreativitas.

Masa Anak Pra Sekolah (Usia 3-6 Tahun)
Anak-anak memerlukan rangsangan guna meningkatkan keterampilan sosialisasi dan komunikasi pada masa pra sekolah. Panca indra dan kenangan anak pun harus ditajamkan secara maksimal supaya fungsinya semakin sempurna. Sebaiknya anak-anak pada masa pra sekolah tidak diperkenankan memakai gadget terlampau lama. Supaya anak-anak punya kemauan lebih besar untuk mengerjakan eksplorasi terhadap hal-hal di sekelilingnya.

Masa Anak Sekolah (Usia 6-12 Tahun)
Pada fase ini, pertambahan tinggi anak me sti menjangkau minimal 5 cm masing-masing tahun. Karena pertambahan tinggi badan dapat menjadi di antara indikator keberhasilan tumbuh kembang anak. kita wajib menyerahkan perhatian lebih guna urusan gizi anak pada masa ini. Sebab biasanya kegiatan anak bakal semakin padat, sampai-sampai anak-anak perlu energi lebih tidak sedikit untuk mempelajari sekian banyak ilmu dan keterampilan baru masing-masing hari.

Masa Remaja (13-18 Tahun)
Masa remaja ialah momen yang menyempurnakan kematangan jasmani anak. Karena anak-anak akan merasakan pubertas pada masa tersebut. Fisik remaja telah 95% menyerupai jasmani orang dewasa. Kematangan organ reproduksinya pun telah sempurna. Masa remaja menciptakan anak-anak mampu beranggapan secara matang. Terutama bila anak sudah mendapat stimulasi positif dari lingkungan sekitarnya semenjak masa kanak-kanak.

Kebutuhan Gizi Anak pada Setiap Fase Pertumbuhan
Anak-anak memerlukan asupan gizi yang bertolak belakang pada masing-masing fase pertumbuhannya. Jika kita sudah mengetahui ulasan tentang keperluan gizi anak inilah ini, kita pasti dapat memenuhinya secara maksimal:

Masa Bayi
Ketika baru dicetuskan hingga umur enam bulan, bayi memerlukan asupan gizi yang berasal dari ASI. Itulah sebabnya, semua ibu me sti memenuhi keperluan gizi harian dengan baik supaya dapat memproduksi ASI berkualitas. Bila bayi tidak dapat memperoleh asupan ASI yang cukup, Anda bisa mengkombinasikannya dengan susu rumus (sufor). Kandungan gizi sufor sudah diformulasikan eksklusif untuk keperluan bayi. Sehingga bayi tetap mendapat asupan gizi maksimal walaupun tidak mengkonsumsi ASI.

Masa Toddler
Sejak bayi melalui usia enam bulan sampai masa toddler, kita mulai dapat memperkenalkan pelbagai jenis makanan bergizi. Karena bayi telah mulai mempunyai gigi dan sistem pencernaannya semakin kuat. Anda bisa mengawalinya dengan menciptakan pure yang tercipta dari sumber karbohidrat, buah-buahan, atau sayuran.

Jika buah hati Anda telah beradaptasi dengan tekstur pure, Anda dapat mengajak anak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan secara langsung. Di samping memenuhi keperluan gizi anak, menyuruh anak untuk santap secara mandiri pun dapat melatih keterampilan motorik kasarnya. Sehingga anak-anak dapat belajar konsentrasi melakukan sekian banyak kegiatan sederhana. Anak-anak pada masa toddler pun mulai memerlukan asupan air dalam jumlah yang tidak terlampau banyak. Kalau buah hati kita tidak mempunyai riwayat alergi, Anda dapat memberikan produk turunan susu sapi dan kedelai sebagai bahan makanan selingan.

Masa Pra Sekolah, Sekolah, dan Remaja
Sejak menginjak usia pra sekolah, anak-anak bakal mulai memperlihatkan hobi terhadap jenis makanan tertentu. Namun, kita tetap me sti menunjukkan anak guna mengkonsumsi seluruh jenis makanan dengan porsi seimbang. Selain memerlukan asupan karbohidrat, lemak, protein, dan air, anak-anak pun membutuhkan zat-zat mikronutrisi berupa ragam vitamin, asam amino, dan mineral.

Anak-anak yang mengalami kelemahan asupan gizi tertentu berisiko merasakan gangguan kesehatan, keunggulan berat badan, dan gangguan daya tahan tubuh. Oleh sebab itu, keperluan gizi anak me sti diisi secara efektif supaya tumbuh kembang anak menjangkau batas maksimal di umur dewasa.